Design Hierarchy of Needs
Setelah memenuhi fungsinya, kebutuhan selanjutnya adalah reliabilitas. Kebutuhan ini mencakup masalah stabilitas dan konsistensi. Jadi, desainnya tidak hanya "berfungsi sebagaimana mestinya", tapi juga bisa konsisten menjalankan fungsi tersebut secara terus menerus tanpa terpengaruh perkembangan zaman. Logo Coca-Cola bisa dijadikan contoh untuk kebutuhan ini. Meski tren desain logo terus berubah, mulai dari yang bergaya vintage, 3D, hingga gaya flat, namun Coca-Cola tetap mempertahankan logonya. Dari dulu hingga sekarang, logonya tetap efektif. Tetap berfungsi dengan baik.
Kebutuhan desain yang ketiga adalah kegunaan, yang berarti mudah dipakai. Pernah melihat produk makanan ringan yang packaging-nya (bungkusnya) sangat sulit dibuka? Pernah melihat website yang navigasinya sangat membingungkan? Itulah contoh desain yang tidak memerhatikan faktor kebutuhan ini.
Kemudian, kebutuhan selanjutnya adalah kemampuan. Kemampuan untuk melampaui standardisasi yang ada. Dengan kata lain, memiliki keunggulan dibandingkan desain lain dalam berbagai aspek. Tahu logo Sendai Astronomical Observatory? Logonya berupa tanda panah yang dibentuk dari nama observatorium tersebut dalam gabungan huruf Latin dan Jepang. Penempatannya sangat fleksibel, bisa diarahkan ke delapan penjuru angin. Maka tak heran, logo ini bisa berfungsi pula sebagai penunjuk arah. Branding yang bagus, eh? Itulah contoh desain logo sudah mampu melampaui standardisasi. Sudah memiliki keunggulan dibanding desain logo lain.
Terakhir, kebutuhan akan kreativitas. Jika keempat kebutuhan lain sudah terpenuhi, maka kebutuhan ini bisa dipenuhi. Kebutuhan ini terkait dengan masalah estetika dan inovasi dalam sebuah desain. Dengan memenuhi kebutuhan ini, sebuah desain akan dianggap lebih menarik, dan tentunya, lebih layak jual.
=====
Saat ini, cukup banyak desainer yang terlalu fokus pada kebutuhan terakhir. Kebutuhan akan kreativitas. Kebutuhan untuk membentuk estetika. Kita bisa melihat, banyak karya desain --khususnya desain grafis-- yang tampak sangat estetis, sangat bagus. Masalahnya, jika ditinjau lebih dalam, fungsinya sama sekali tidak ada. Tidak jelas apa yang mau disampaikan.
Dalam pandangan Design Hierarchy of Needs, desainer seperti ini diibaratkan hanya membangun puncak piramida hierarkinya saja, dan mengabaikan fondasinya.
Harus diakui, kebutuhan akan kreativitas memang memiliki value yang tinggi, namun tetap saja tidak menempatkan dengan semestinya. Jika diasosiasikan dengan mobil, desainer jenis ini hanya fokus mempercantik bagian body-nya. Sementara mesinnya (agar mobil tersebut berfungsi) diabaikan. Pertanyaannya, bagaimana mobilnya bisa jalan kalau mesinnya tidak ada? Memangnya seseorang akan membeli mobil hanya untuk melihat keindahan body-nya saja?
=====
Oke, sekian dulu kuliah 3 SKS-nya. See you next time!
Sumber: Kayuuki Artwork







Tidak ada komentar :
Posting Komentar